Kumpulan Berita dari 1001buku

Konferensi Anak Indonesia 2016 Hari Ketiga

Menularkan Virus Baca ke Seluruh Penjuru Negeri

 

 

Tak terasa KONFA 2016 telah menginjak hari ke tiga. Belum tampak kelelahan dari peserta delegasi KONFA 2016. Mereka tetap tampil dengan penuh semangat dan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap beragam materi yang diberikan. Kerennya, hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional, maka pagi harinya diadakan upacara peringatan 10 November untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mempersembahkan kemerdekaan Indonesia. Upacara dilaksanakan dengan khidmat dengan pelaku upacara dari anak – anak peserta delegasi dibantu kakak – kakak pendamping dan fasilitator.

 

Pembacaan Pancasila oleh Peserta Konfa pada upacara memperingati Hari Pahlawan, 10 November
 

Selesai upacara, anak – anak bersiap mendapatkan materi pertama tentang menularkan Virus Membaca lewat pembuatan taman baca anak. Pemberi materinya adalah kak Dwi Andayani, Ketua Yayasan 1001 Buku. Di sesi ini Kak Dwee, demikian panggilan akrabnya, memberikan inspirasi dan contoh bagaimana membuat taman baca anak. Ternyata membuatnya tak terlalu sulit. Asal ada kemauan dan kreativitas. Setiap anak dapat membuat taman bacaan yang disesuaikan dengan lingkungan dan kemampuan. Bisa dibuat di teras rumah, dibawa memakai sepeda dan lain sebagainya.

 

 

Diakhir sesi, kak Dwee menugaskan para delegasi untuk menuliskan di pohon harapan seputar mimpi mereka tentang dunia literasi di Indonesia. Para delegasi anak banyak menuliskan impian-impian yang menarik. Diantaranya adalah Anindya Laksmi dari Yogyakarta yang bermimpi ingin membuat taman baca di pedalaman-pedalaman Indonesia agar setiap orang dapat merasakan indahnya membaca. Kemudian Madriena dari Tangerang yang ingin Indonesia pintar lewat membaca buku agar tidak terjajah lagi.  Sementara itu Chiara dari Jakarta ingin membuat taman baca anak yang unik agar anak-anak menjadi suka membaca buku. Seru ya mimpi-mimpi mereka.

Setelah selesai dengan sesi kak Dwee, saatnya anak-anak berkenalan dengan kak Bayu Gawtama, pendiri Sekolah Relawan. Kak Bayu, di sesi ini langsung mengajak para peserta delegasi untuk membuat rancangan project  dari mimpi-mimpi yang tadi para peserta tempelkan di Pohon Harapan. Para peserta delegasi tampak antusias mengerjakan project pertama mereka.

Keseruan belum berakhir, karena setelah sesi dengan kak Bayu selesai, mereka akan mendengarkan kisah inspiratif bagaimana menularkan virus baca dari Kang Maman suherman, penggiat Literasi di Indonesia. Namun, sebelum mendengar Kang Maman, para peserta melakukan perumusan butir – butir Deklarasi dan Janji Duta Baca Cilik serta latihan untuk acara pembacaan Deklarasi Konferensi Anak Indonesia 2016 dan pelantikan Duta Baca Cilik Indonesia 2016 yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 11 November 2016, di Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Disini anak-anak memilih siapa saja yang akan membaca doa, membaca deklarasi anak, membaca janji duta baca cilik Indonesia dan memimpin lagu Indonesia raya. Selesai pemilihan, anak-anak langsung melakukan latihan proses penyelenggaraan acara.

 

 

Kisah seru dari Kang Maman suherman, akhirnya dapat didengarkan peserta setelah proses latihan tersebut. Di sesi ini Kang Maman menekankan bahwa-bahwa para peserta delegasi termasuk anak-anak yang beruntung. Karena mereka dapat dengan mudah memperoleh bacaan. Sementara banyak anak Indonesia di pelosok sangat susah mendapatkannya. Mereka harus menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan bacaan menarik. Dan saat sampai, satu buah buku harus dibaca-baca beramai-ramai. Karena jumlahnya yang sangat terbatas. Banyak lagi kisah seru yang dipaparkan kak Maman. Dan itu membuat banyak peserta delegasi terkesima.

 

Selesai sudah beragam sesi menarik di hari ke 3 ini. Para delegasi harus beristirahat dan mempersiapkan diri untuk acara puncak KONFA 2016 yang akan dilakukan esok hari.