Kumpulan Berita dari 1001buku

Konferensi Anak Indonesia 2016 Hari Kedua

Dengan Membaca Kita Bisa Mengubah Dunia

 

 

Di hari kedua ini,  kegiatan para delegasi konferensi anak Indonesia 2016 terlihat semakin seru. Di pagi hari mereka telah bersiap-siap untuk mengunjungi perpustakaan B.J Habibie, mantan presiden RI yang 2, di wilayah Patra Kuningan, Jakarta. Setelah menembus kemacetan di Jakarta, sampai di lokasi mereka langsung dibuat kagum oleh kondisi perpustakaan yang sangat bagus. Ratusan buku tampak menghiasi rak-rak yang terbuat dari kayu berwarna klasik bergaya Eropa. Setelah mengagumi perpustakaan tersebut, mereka akhirnya dapat bertemu dan berbincang dengan Bapak Ilham Akbar Habibie. Beliau adalah putra pertama Bapak B.J Habibie berprofesi sebagai ahli penerbangan yang merancang pesawat asli buatan Indonesia. Setelah perbincangan dan diskusi selesai, para peserta delegasi berfoto bersama sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Roemah 7A di bilangan jalan Fatmawati, Jakarta selatan.

 

Saat perjalanan ke Roemah 7A disambut hujan yang cukup deras. Namun hujan tak menyurutkan semangat peserta untuk bertemu dengan Bapak Sutanto Windura, pengajar Cara Membaca Efektif melalui teknik mind map dan membaca cepat dan kak Muthia Fadilla Khairunisa, seorang penulis cilik yang cukup produktif dan populer.

 

Pada saat masuk di sesi Cara Membaca Efektif, yang di pandu oleh Bapak Sutanto, banyak peserta merasa beruntung karena diajari ilmu yang akan meningkatkan kemampuan mereka untuk membaca buku dan berpikir. Menurut Bapak Sutanto agar membaca kita menjadi efektif, maka ada 3 hal yang harus dilakukan saat membaca, ”Pertama, membaca sekilas secara cepat terlebih dahulu bukunya. Kedua, membaca itu harus berirama dan dinikmati dan yang terakhir, setelah membaca, buatlah pertanyaan-pertanyaan dari isi buku yang telah dibaca,” demikian tutur beliau. 

 

Kemudian sesi yang lebih menarik saat pak Sutanto memperkenalkan teknik mind map. Sebuah teknik yang memungkinkan para peserta dapat membuat sebuah rencana kegiatan, mulai menyusun materi menulis buku hingga mempersiapkan rencana liburan, secara lebih sistematis, mudah dan detil. Setelah pak Sutanto memberi gambaran cara pembuatannya, maka para siswa langsung ditugaskan membuat mind map seputar hobi yang disenangi.

 

Nah, selesai dengan kegiatan mind map, peserta beristirahat sebentar. Kemudian mereka langsung masuk sesi Aku dan Jendela Dunia yang disampaikan oleh Kak Muthia Fadilla. Kak Muthia adalah salah satu penulis cilik terbaik dan paling produktif di seluruh Indonesia. Kak Muthia mulai menulis sejak dibangku SD.  Dan di usia yang baru menginjak 15 tahun, kak Muthia telah menulis 37 buku anak dan remaja. Bagaimana kak Muthia dapat meraih prestasi yang hebat itu? Kuncinya hanya membaca, membaca dan membaca, demikian menurut Kak Muthia. “Membaca adalah jendela dunia. Dengan membaca kita dapat mengubah dunia. Yuk, mulai menulis!,” jelas kak Muthia mengajak para peserta delegasi untuk terus rajin membaca.

 

 

Setelah menyelesaikan sesi-sesi yang penuh dengan inspirasi ini, akhirnya para peserta delegasi kembali ke Griya Patria untuk beristirahat. Menyiapkan diri untuk kegiatan esok harinya yang pasti semakin seru.