Kumpulan Berita dari 1001buku

Sekilas Perjalanan 13 tahun Komunitas 1001buku

 

Sekilas Perjalanan 13 tahun Komunitas 1001buku

 

 

 

Salam buku untuk anak,

Tak terasa tahun 2015 telah berakhir, yang berarti perjalanan baru di tahun 2016 pun dimulai. Catatan perjalanan Komunitas 1001buku di tahun 2015 sangat lah berwarna. Beragam kegiatan untuk terus menghidupkan semangat baca anak-anak Indonesia telah dilaksanakan. Mulai dari kegiatan Sort Pack and Distribute (SPD) yang rutin dijalankan untuk menyeleksi donasi buku bacaan yang telah terkumpul, lalu mendistribusikannya ke jaringan taman baca anak (TBA)  1001buku, hingga kunjungan jaringan TBA 1001buku, pelatihan relawan dan jaringan TBA 1001buku serta Olimpiade Taman Baca Anak (OTBA) 1001buku.  Tentu saja, seluruh kegiatan ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik tanpa dukungan dari donatur, relawan, pengurus, dan relawan pengelola taman baca anak (TBA) dalam jaringan 1001buku beserta anak–anak yang bernaung didalamnya di seluruh Indonesia.

 Capaian Yayasan dan Komunitas 1001buku Tahun 2015


Jaringan Taman  Taman Baca Anak 1001buku

Di tahun 2015, 1001buku secara konsisten melakukan penguatan jaringan TBA 1001buku di seluruh Indonesia. Secara total, di tahun ini, 1001buku menyambut bergabungnya 86 TBA baru ke dalam jaringan kami untuk bersama-sama meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia. Angka ini merupakan angka tertinggi selama 1001buku berdiri, dimana kenaikannya mencapai 12% dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga di penghujung tahun, tercatat 409 taman baca di dalam jaringan TBA 1001buku yang berstatus aktif dan berkolaborasi dengan segala dinamika yang ada. Tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, di tahun ini, jaringan TBA 1001buku mencakup taman baca di Pulau Ende, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara. Taman baca berada mulai di daerah terpencil yang membutuhkan waktu lama untuk menjangkaunya baik akses dari darat, laut maupun udara, lokasi padat penduduk di perkotaan, area pinggiran kota, hingga area pingggiran pesawahan. Jaringan TBA 1001buku bahkan melewati batas negara, dimana salah satunya terdapat di pemukiman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di wilayah Sabah, Malaysia. Meningkatnya jumlah taman baca ini memperlihatkan besarnya semangat masyarakat untuk ikut turun tangan membangkitkan tingkat kesadaran literasi anak Indonesia.

Sort, Pack and Distribute (SPD)

SPD sebagai jantung dari visi dan misi 1001buku merupakan hal yang sangat kami jaga keberlanjutannya. Tanpa SPD tidak ada buku yang bisa disalurkan ke jaringan TBA 1001buku. Kami sangat bersyukur, bahwa upaya penguatan Taman Baca Anak berbasis masyarakat berupa pengiriman buku-buku berkualitas dan layak baca bagi anak mendapatkan dukungan berbagai elemen di masyarakat. Di tahun 2015, 1001buku berhasil menjalankan kegiatan SPD sebanyak 14 kali yang memakan lebih dari 2000 jam kerelawanan untuk menyalurkan lebih dari 18.000 buku bacaan, buku pelajaran, dan majalah anak ke seluruh penjuru nusantara. Buku ini didistribusikan melalui beragam cara, mulai dari menggunakan sepeda motor, sepeda, kuda, hingga perahu, untuk sampai ke tangan anak-anak yang haus akan bacaan dan perlu mendapatkan akses untuk membaca. Di awal tahun, distribusi buku harus terhambat oleh keterbatasan dana, namun pemulihan operasional telah berhasil dilakukan di kuartal terakhir tahun ini.

 

Kemitraan, Donasi dan Buku

Komunitas 1001buku mengucapkan terima kasih kepada seluruh donator baik lembaga maupun perorangan, khususnya PT Tozy Sentosa (Centro), PT Sari Husada, PT Nissan Motor Indonesia, Bank Ekonomi, serta Bank Mandiri yang secara signifikan telah memberikan kontribusi dalam pengumpulan buku serta dukungan dalam pemenuhan kebutuhan distribusi buku bacaan.

Melalui kerja sama dengan PT Nissan Motor Indonesia–Datsun Go+ dalam program “Datsun Rising Hope” dan “Datsun Riser Expedition”, 1001buku mendistribusikan buku bacaan sekaligus mengunjungi taman-taman baca di berbagai tempat di Indonesia. Dengan hibah mobile library Datsun Go, 1001buku juga mengkampanyekan minat baca ke berbagai lokasi potensial, sekaligus mengadakan survei ke beberapa jaringan taman baca 1001buku. Lebih dari 30 taman baca menjadi sasaran survei taman baca tahun ini, jumlah terbesar yang dilakukan dalam lima tahun terakhir. Melalui kegiatan survei ini, 1001buku juga dapat menyusun strategi yang lebih tepat untuk meningkatkan akses dan minat baca anak Indonesia.

 

Kegiatan Relawan dan Olimpiade Taman Bacaan Anak

Meningkatkan minat baca anak bukanlah hal yang mudah. Banyak taman baca swadaya berbasis masyarakat yang tutup, kehilangan daya, atau justru tidak memfokuskan diri pada peningkatan taman baca. Dalam upaya untuk mencegah hal tersebut dan menguatkan taman baca, maka 1001buku mengadakan workshop yang dihadiri oleh 150 pengurus yang mengelola 64 taman baca di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Dalam workshop yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Anies Baswedan, para pengurus taman baca mendapatkan materi dan berdiskusi tentang strategi pengembangan taman baca, pendampingan membaca, cara membangun kemandirian taman baca, pemberdayaan relawan, dan hal lain yang penting untuk memperkuat taman baca. Selain itu, dalam satu rangkaian waktu dengan workshop tersebut, 1001buku menyelenggarakan Olimpiade Taman Bacaan Anak (OTBA) yang ke-enam kalinya terselenggara sejak 2006. OTBA menjadi ajang perlombaan yang diisi oleh permainan-permainan edukatif yang dapat merangsang minat baca anak. Dalam kegiatan OTBA, 235 anak-anak berkumpul dan berlomba untuk mewakili 32 taman baca dari berbagai lokasi di Pulau Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. OTBA tahun ini merupakan kali pertama penyelenggaraan OTBA yang berhasil mengundang taman baca dari luar Pulau Jawa. Kegiatan OTBA ini dapat terselenggara dengan meriah dan lancar berkat dukungan berbagai berbagai sponsor, diantaranya Sari Husada, Blue Bird, Asia Foundation, G Resources, Exxon Mobil Cepu Limited, dan 16 sponsor lainnya, serta para donatur individu.

Kegiatan OTBA 2015 tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya pengelola dan anak-anak jaringan TBA 1001buku, namun juga berhasil menggerakan lebih dari 100 relawan sehari. Relawan tersebut mendaftarkan diri dan berkomitmen untuk membantu penyelenggaraan kegiatan OTBA yang telah direncanakan selama lebih dari enam bulan. Selain OTBA, 1001buku juga menyelenggarakan tiga kali workshop relawan yang ditujukan untuk memperkenalkan komunitas kerelawanan, mengembangkan jiwa kerelawanan, serta, secara khusus, untuk merekrut relawan baru bagi Komunitas 1001buku. Hingga akhir tahun 2015, 115 nama tercatat sebagai relawan baru 1001buku. Bahkan, sebagian di antaranya kini memutuskan untuk bergabung di dalam struktur kepengurusan baru, dengan berbagai perubahan yang memberikan semangat yang juga baru.

 

Harapan ke depan

Komunitas 1001buku berbangga, bahwa di tahun 2015 ini pula lah berbagai taman baca di dalam jaringannya dan pengelola yang mempeloporinya mendapatkan berbagai penghargaan literasi di tanah air. Kami berharap bahwa penghargaan tersebut merupakan cerminan apresiasi masyarakat dan pemerintah terhadap upaya peningkatan minat baca.

Melalui capaian–capaian tersebut diatas, maka ijinkan kami untuk terus memberikan sumbangsih dengan lebih mematangkan visi, menajamkan misi kami melalui pengelolaan data dan riset tentang minat baca dan literasi anak yang akan menjadi penguat jaringan taman baca anak yang sudah terbentuk. Dukungan dari seluruh stakeholders dan seluruh masyarakat Indonesia akan lebih kami butuhkan.

 

Selamat ulang tahun ke 13!

 

Dwi Andayani

Ketua Yayasan dan Komunitas 1001buku